Showing posts with label Advertising Plan. Show all posts
Showing posts with label Advertising Plan. Show all posts

Gimana seech, BRAINSTORMING yang benar?

Ada seorang anak muda yang mengagumkan, yang telah meniti karir dari umur 19 tahun di salah satu perusahaan ternama di Pulo Gadung. Ia bercerita, bagaimana perusahaan tempat ia bekerja (selama 13 tahun) melakukan transformasi dari perusahaan konvensional menjadi perusahaan yang berkultur cosmopolitan dan lebih meng-induce kreativitas. Jadi, dia adalah witness dari suatu perubahan yang cukup mencengangkan.

Dari persepsi lama, bahwa bekerja itu harus serius, tenang dan rajin, menjadi pemahaman baru bahwa bekerja itu juga harus fun, fashionable, enjoyable yet effective. Wow. Satu dobrakan yang mengejutkan mengingat lingkungan industri ini berada di tempat yang lekat dengan “seragam” dan disiplin kaku.

Saya perhatikan, pengelola perusahaan ini mulai memberlakukan budaya ktreatif dalam lingkungan kerja mereka. Termasuk juga bagaimana mereka mengubah ruang-ruang meeting menjadi seperti cafĂ©-cafe di daerah Kemang, membangun gym di lingkungan perusahaan, mengadakan fashion show khusus untuk karyawan dan mengontrak desainer ternama untuk memperbaiki penampilan karyawan. Nah, maslahnya, yang namanya budaya itu ya… harus ditumbuhkan! Ia tak bisa dengan sekonyong-konyong (hehe… bahasa-nya jadul yach?!) menggantikan budaya dan persepsi yang telah lama melekat di sana. Yakni budaya dan persepsi konvensional bahwa “kerja” itu ya yang serius, nggak macem-macem! Can you imagine, betapa kuat “tabrakan” yang terjadi di sana? Saya aja terkejut dan bengong dengan cerita yang saya dengar ini… Bayangan saya, kok budaya agency seperti dipaksa masuk ke budaya industri ya?!

Maka tak heran, ketika si anak muda ini lalu bercerita, bagaimana mereka sering “mentog” ketika melakukan braintrorming di ruangan brainstorming yang sudah well-desinged itu. Saya bisa bayangkan, bagaimana orang-orang telah melakukan acara “berfikir bersama” dan bukanya “ber-brainstorming”….

Brainstorming adalah salah satu kata yang paling banyak “diperkosa” saat ini. Pokoknya, asal ngumpul di ruangan yang sama, membahas hal yang sama, mencari ide bersama-sama, terus bisa dibilang brainstorming! Padahal…

Brainstorming semestinya adalah event di mana sekumpulan orang saling bisa menggali ide antara satu dengan yang lainnya. Caranya? Dengan HANYA mengembangkan cara berfikir yang POSITIF. Ingat, dalam brainstorming itu hanya ada SATU peraturan, yakni : THERE IS NO RULE !

Jangankan di dunia industri yang identik dengan kekakuan, lha di agency sendiri pun yang notabene berbasis kreativitas, kemampuan untuk melakukan brainstorming secara baik dan benar, dan yang bisa menghasilkan ide-ide yang fruitful pun seringkali masih mandul…

Maksud saya, ayolah, usahakan tumbuhkan budaya brainstorming yang benar! Ingat, BUDAYA loh?! Jadi perlu effort bertahun-tahun… yang diimplementaikan secara terus-menerus dan konsisten…


Definisi Iklan

Definisi berikut Bukan otonashi Yang buat, entah Siapa Yang ngga nulis otonashi Catatan Punya. Saya Ambil Dari file di Komputer dan posting di Sini agar-agar para pemula memahami Istilah-Istilah Yang perlengkapan KESAWAN periklanan di Dunia. Semoga Manfaat ...

ide iklan
- Tema atau konsep yang berfungsi sebagai pengorganisasian berpikir iklan. Ide digunakan untuk menunjukan informasi produk-terkait disampaikan dalam iklan.


pernyataan konsep
- A verbal dan / atau pernyataan bergambar konsep (untuk produk atau untuk iklan) yang dipersiapkan untuk presentasi kepada calon pembeli atau pengguna untuk mendapatkan reaksi mereka sebelum yang sedang dilaksanakan. Produk konsep yang diikuti oleh prototipe; konsep iklan oleh salah satu beberapa bentuk produksi setengah jadi.


Konsep pernyataan, dikomersialisasikan
- Suatu istilah yang digunakan dalam membedakan dua jenis pernyataan konsep produk. Sebuah pernyataan dikomersialkan produk konsep disusun dalam format iklan, sebagai pernyataan persuasif. Sebuah pernyataan noncommercialized produk konsep disusun netral, format nonpersuasive.

ide generasi
- Bahwa tahap siklus pengembangan produk baru di mana ide-ide yang dicari untuk produk baru. Ide-ide ini dapat dibuat dalam rumah atau dicari dari luar. Tahap ini sering disebut generasi konsep daripada generasi ide, karena produk baru tapi konsep saat ini. Aktivitas generasi sering mengikuti beberapa fokus strategis dinyatakan atau tersirat, dan itu mendahului tahap evaluasi konsep.

penyaringan ide
- Langkah hanya sebelum penelitian dan pengembangan dan desain sistem dalam proses pengembangan produk. Ini melibatkan penggunaan model penilaian, daftar, atau penilaian pribadi dan didasarkan pada informasi dari studi penelitian berbagai pengalaman dan pasar (termasuk uji konsep). Skrining panggilan untuk penilaian yang memprediksi kemampuan organisasi untuk membuat item dan kemampuannya untuk pasar item berhasil. Hal ini memuncak dalam arah untuk membimbing tenaga teknis dalam upaya perkembangan mereka.

iklan kampanye
- Sekelompok iklan, iklan, dan materi promosi terkait dan kegiatan yang dirancang untuk digunakan selama periode waktu yang sama sebagai bagian dari rencana iklan terkoordinasi untuk mencapai tujuan iklan tertentu klien.

iklan
- Setiap pengumuman atau pesan persuasif ditempatkan di media massa dalam waktu yang dibayar atau disumbangkan atau ruang oleh perusahaan, individu diidentifikasi, atau organisasi.

iklan
- Penempatan pengumuman dan pesan persuasif dalam waktu atau ruang yang dibeli di salah satu media massa oleh perusahaan-perusahaan bisnis, organisasi nirlaba, badan pemerintah, dan individu yang mencari untuk memberitahukan dan / atau membujuk anggota target pasar tertentu atau khalayak tentang produk mereka , jasa, organisasi, atau ide.

bauran promosi
- Teknik berbagai komunikasi seperti periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat / produk publisitas yang tersedia untuk seorang pemasar yang dikombinasikan untuk mencapai tujuan tertentu.

periklanan strategi
- Sebuah pernyataan yang disiapkan oleh pengiklan (seringkali dalam hubungan dengan sebuah biro iklan) yang mengatur (1) frame kompetitif, (2) pasar sasaran, dan argumen pesan (3) untuk digunakan dalam kampanye iklan untuk sebuah produk atau layanan tertentu .


copy platform
- Sebuah pernyataan yang disiapkan oleh pengiklan (seringkali dalam hubungan dengan sebuah biro iklan) yang mengatur strategi iklan, ringkasan dari pemikiran untuk strategi, dan informasi latar belakang terkait.

Tujuan iklan
- Sebuah pernyataan yang disiapkan oleh pengiklan (seringkali dalam hubungan dengan sebuah biro iklan) untuk menetapkan tujuan spesifik yang akan dicapai dan periode waktu di mana mereka harus diselesaikan. Tujuan dapat dinyatakan dalam istilah-istilah seperti produk untuk dijual, jumlah pembelian sidang, jumlah pembelian berulang, penonton tercapai, frekuensi yang penonton tercapai, dan persentase penonton dibuat sadar akan iklan atau produk.

iklan klaim
- Pernyataan yang dibuat dalam iklan tentang manfaat, karakteristik, dan / atau kinerja suatu produk atau layanan yang dirancang untuk membujuk pelanggan untuk melakukan pembelian.

efektivitas iklan
- Sebuah evaluasi sejauh mana suatu iklan tertentu atau kampanye periklanan memenuhi tujuan ditentukan oleh klien. Ada berbagai pendekatan untuk evaluasi, termasuk tes penyelidikan, tes ingat, dan tes pasar. Pendekatan pengukuran meliputi ingat iklan dan tema iklan, sikap terhadap iklan, persuasi, dan dampak pada tingkat penjualan aktual.

pesan iklan
- The visual dan / atau informasi pendengaran disusun oleh pengiklan untuk memberitahukan dan / atau membujuk pemirsa mengenai produk, organisasi, atau ide. Kadang-kadang disebut karya kreatif oleh profesional periklanan sebagai pengakuan atas bakat dan keterampilan yang diperlukan untuk mempersiapkan potongan lebih efektif dari iklan.

copy iklan
- Komponen lisan atau tertulis pesan iklan.

biro iklan
- Sebuah organisasi yang menyediakan berbagai iklan layanan yang berkaitan dengan klien mencari bantuan dalam kegiatan iklan mereka. Sebuah biro iklan layanan penuh terlibat dalam perencanaan dan administrasi kampanye iklan, termasuk menetapkan tujuan iklan, mengembangkan strategi iklan, mengembangkan dan memproduksi pesan periklanan, mengembangkan dan melaksanakan rencana media, dan mengkoordinasikan kegiatan terkait seperti promosi penjualan dan hubungan masyarakat. Sebuah biro iklan layanan terbatas berkonsentrasi pada salah satu fungsi biro iklan utama seperti mengembangkan dan memproduksi pesan iklan atau rencana media.

iklan penetrasi
- Persentase target pasar yang mengingat sebagian besar dari pesan iklan yang disampaikan oleh kampanye diiklankan.

kesadaran-sidang-ulangi (A-T-R)
- Sebuah paradigma yang terdiri dari tiga langkah kunci oleh pengguna yang dimaksud. Langkah-langkah mengambil orang atau perusahaan dari keadaan ketidaktahuan tentang produk baru ke titik adopsi produk. Kesadaran (kognisi) mungkin produk umumnya, merek, dan satu atau lebih dari atributnya. Trial berarti beberapa bentuk pembelian menguji atau menggunakan, berikut ini atas menguntungkan mempengaruhi berasal dari pengetahuan mengenai atribut. Ulangi berarti sidang itu cukup berhasil untuk menjamin satu atau lebih pembelian berulang. Ada yang lain, serupa, paradigma (untuk perhatian misalnya, minat, keinginan, tindakan) tetapi ini bukan produk baru tertentu dan tidak mencakup proses adopsi produk keseluruhan.

AIDA
- Suatu pendekatan untuk memahami bagaimana iklan dan menjual seharusnya bekerja. Asumsinya adalah bahwa konsumen melewati beberapa langkah dalam proses pengaruh. Pertama, Perhatian harus dikembangkan, yang harus diikuti oleh Bunga, Desire, dan akhirnya Aksi seperti yang disebut dalam pesan. Lain, tetapi mirip, skema dikembangkan oleh Lavidge dan Steiner pada tahun 1961, yang kemudian menjadi dikenal dengan AIDA: Hierarchy of Effects Model oleh Palda pada tahun 1966. Pendekatan ini melibatkan hirarki efek: kesadaran, pengetahuan, menyukai, preferensi, keyakinan, dan akhirnya membeli dalam urutan itu. Catatan kesamaan dengan proses adopsi.

formula jual
- Pendekatan penjualan dalam presentasi penjualan yang dirancang untuk memindahkan pelanggan melalui tahap-tahap dalam proses pengambilan keputusan seperti menarik perhatian pelanggan, mengembangkan minat, membangun keinginan, dan tindakan yang aman (AIDA).

model hirarki efek
- 1. Sebuah konsep yang berhubungan dengan cara di mana iklan seharusnya bekerja, melainkan didasarkan pada premis bahwa individu bergerak iklan sistematis melalui serangkaian tahapan psikologis seperti kesadaran, minat, keinginan, keyakinan, dan tindakan. 2. Sebuah model awal yang menggambarkan beli konsumen sebagai rangkaian tahapan termasuk kesadaran, pengetahuan, menyukai keyakinan,, preferensi, dan pembelian.

keterlibatan rendah hirarki
- Dalam model hirarki efek, urutan terdiri dari memperoleh informasi, yang menyebabkan pembentukan sikap positif dan kemudian ke tindakan perilaku pembelian atau pengadilan. Dalam kondisi keterlibatan rendah, proses dibalik sedemikian rupa sehingga setelah pembelian, jika sama sekali, bahwa kepentingan dan sikap muncul.

teori agensi
- Sebuah teori perusahaan yang berusaha untuk menjelaskan kegiatan perusahaan seperti yang timbul dari konflik alami antara para pelaku (pemegang saham) dan agen (manajer) dari suatu perusahaan.

kreatif butik
- Sebuah iklan terbatas-jasa keagenan yang berfokus kerja pada pengembangan yang sangat efektif (kreatif) pesan-pesan iklan untuk klien.

MEMBANGUN IDENTITAS MEREK



Upaya membangun identitas merek memerlukan sejumlah keputusan tambahan terkait dengan nama, logo, warna, tagline (slogan) dan simbol. Sebuah merek lebih dari itum merek hanyalah alat dan taktik pemasaran. Sebuah merek pada intinya adalah janji pemasar untuk menyampaikan sejumlah fitur, keuntungan dan pelayanan yang konsisten kepada pembeli. Pemasar harus menentukan sebuah misi untuk merek tersebut dan visi mengenai ingin menjadi apa dan apa yang bisa dilakukan oleh merek tersebut. Pemasar harus berpikir bahwa saat ini ditawarkan sebuah kontrak kepada konsumen mengenai bagaimana merek tersebut akan berkinerja. Kontrak merek tersebut haruslah jujur. Paling maksimal, kampanye merek hanya akan menciptakan pengakuan nama, pengetahuan tentang merek, bahkan kecenderungan terhadap merek, namun kampanye iklan tidak akan menciptakan keterikatan merek (brand bonding), seberapa pun perusahaan mengeluarkan dana untuk iklan dan publikasi. Brand bonding atau keterikatan merek hanya akan terjadi jika konsumen mengalami manfaat langsung yang dijanjikan oleh perusahaan. Faktanya adalah merek tidak dibangun oleh iklan tetapi oleh pengalaman terhadap merek tersebut. Banyak perusahaan membuat janji-janji merek tetapi gagal melatih karyawannya untuk memahami dan memberikan apa yang dijanjikan oleh merek tersebut. Perusahaan dapat melakukan penanaman merek secara internal (internal branding) di kalangan karyawannya agar mereka dapat memahami, menginginkan, dan memberikan janji yang diusung oleh merek tersebut (Kotler, 2004).

PENGARUH ADVERTISING TERHADAP PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS

PENGARUH ADVERTISING TERHADAP PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS SERTA DAMPAKNYA PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECAP ABC
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini terdapat dua kekuatan besar yang mendasari laju perubahan ekonomi dunia yaitu globalisasi dan kemajuan teknologi. Kedua kekuatan ini telah menyebabkan persaingan diantara berbagai perusahaan menjadi semakin ketat baik pada tingkat domestik maupun pada tingkat internasional.
Era globalisasi telah menuntut adanya perubahan paradigma lama dalam segala bidang, salah satunya adalah bidang pemasaran. Semakin tingginya tingkat persaingan di bisnis lokal maupun global dan kondisi ketidakpastian memaksa perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage) agar mampu memenangkan persaingan di bisnis global. Untuk mencapai hal itu pemasar harus menerapkan konsep pemasaran modern yang berorientasi pasar atau pelanggan karena mereka merupakan ujung tombak keberhasilan pemasaran.
Realitas tersebut pada tatanan aktivitas bisnis telah merubah paradigma aspek pemasaran yang menjadi tolak ukur saat ini tidak hanya 3 C (Corporates, Competitors, Customers), tetapi terdapat satu aspek yang secara signifikan harus diperhitungkan yaitu perubahan (Changes). Dengan terjadinya perubahan maka strategi pemasaran tidak hanya berdasarkan pada konsep pemasaran secara konvensional saja tetapi harus bersifat fleksibilitas, serta visibilitas pada strategi pemasaran yang dilakukan pelaku bisnis dengan mempertimbangkan setiap realitas yang terjadi, maupun fenomena mendatang.
Seiring perkembangan tersebut masyarakat dihadapkan pada berbagai pilihan dalam mengkonsumsi kebutuhannya sehari-hari. Dengan perkembangan teknologi dan informasi, perkembangan industri semakin tinggi dan kompleks. Salah satu industri yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah jenis industri makanan dan minuman.
Seiring dengan munculnya pesaing-pesaing baru, persaingan diantara industri makanan dan minuman menjadi sangat ketat. Ketatnya persaingan tersebut terlihat dalam Tabel 1.1 berikut ini:
TABEL 1.1
RATA-RATA INDEKS LOYALITAS KONSUMEN INDONESIA
JENIS INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN
Industri Rata-rata Tahun 2005 Rata-rata Tahun 2006
Minyak Goreng 70,1% 85,5 %
Kopi Bubuk 71,9% 73,4 %
Mie Instant 68,9% 72,9 %
Rokok Mild 74,1% 71,5 %
Saus Sambal 72,8% 69,1 %
Kecap 75,2% 69,0 %
Minuman Energi Cair - 66,2 %
Rokok Kretek 75,7% 65,9 %
Minuman Tidak Bersoda 71,6% 62,9 %
Sumber: Majalah SWA 06/XXII/23 Maret – 5 April 2006
Secara keseluruhan, hasil indeks loyalitas pelanggan kategori industri makanan dan minuman menurun. Loyalitas industri makanan dan minuman tahun 2005 sebesar 72,8% lalu pada tahun 2006 turun menjadi 69,5%. Hasil tersebut diakibatkan loyalitas di dalam jenis industri makanan dan minuman sendiri mengalami penurunan, salah satunya adalah industri makanan dan minuman kategori kecap. Tahun lalu rata-rata loyalitas pelanggan industri makanan dan minuman kategori kecap sebesar 75,2%, sekarang turun menjadi 69,9%.
Gejala penurunan loyalitas pada industri makanan dan minuman kategori kecap tersebut diakibatkan perubahan situasi dan kondisi ekonomi yang berpengaruh pada harga jual. Konsumen menjadi selektif dalam menentukan keputusan pembelian merek kecap yang dipilihnya. Persaingan merek-merek kecap tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1.2 berikut ini:
TABEL 1.2
INDEKS LOYALITAS KONSUMEN INDONESIA
KATEGORI: KECAP
Tahun 2005 Tahun 2006
No MEREK LOYALTY
BEHAVIO-UR INDEX REFER-
RAL INDEX CUS-
TOMER SATISFA-CTION LOYALTY INDEX MEREK LOYALTY
BEHAVIO-UR INDEX REFER-
RAL INDEX CUS-
TOMER SATISFA-CTION LOYALTY INDEX
1 Indofood 74, 0 61, 1 78, 7 78, 4 Bango 86, 8 52, 5 91, 4 76, 9
2 Cap Bango 75, 9 60, 2 78, 6 78, 0 Indofood 84, 9 58, 5 87, 8 71, 7
3 ABC 72, 2 61, 5 76, 5 76, 3 ABC 79, 9 41, 5 84, 8 66, 0
Rata-rata 72, 9 59, 1 75, 9 75, 2 Rata-rata 81, 3 43, 9 86, 4 69, 0
Sumber: Majalah SWA 06/XXII/23 Maret – 5 April 2006
Pada Tabel 1.2 Kecap ABC menempati urutan ketiga di bawah kecap Cap Bango dan Indofood. Hal ini mengindikasikan bahwa kecap ABC memiliki loyalitas pelanggan yang rendah bila dibandingkan kedua pesaingnya, yakni Cap Bango dan Indofood. Di samping itu, kecap ABC mengalami penurunan loyalitas pelanggan dibanding tahun sebelumnya, jika pada tahun 2005 loyalitas pelanggan kecap ABC sebesar 75,2%, sekarang turun menjadi 69,9%. Turunnya loyalitas pelanggan kecap ABC mengindikasikan bahwa pembelian konsumen kecap ABC pun mengalami penurunan.
Penurunan pembelian kecap ABC secara umum dapat digambarkan melalui market share (pangsa pasar) kecap ABC pada tabel 1.3 berikut ini:
TABEL 1.3
MARKET SHARE KECAP ABC
Tahun Market Share
2003 64,4 %
2004 54,7 %
2005 54,2 %
2006 52,8 %
Sumber: Majalah SWA 06/XXII/23 Maret – 5 April 2006
Menurut tabel 1.3 di atas dalam kurun waktu selama 4 tahun market share kecap ABC terus menerus mengalami penurunan, pada tahun 2003 market share kecap ABC sebesar 64,4%, lalu pada tahun 2004 turun menjadi 54,7%, kemudian pada tahun 2005 turun menjadi 54,2%, dan sekarang pada tahun 2006 market share kecap ABC turun lagi menjadi 52,8%. Penurunan market share tersebut menggambarkan turunnya penjualan kecap ABC atau turunnya keputusan pembelian kecap ABC pada konsumen.
Gambaran mengenai rendahnya pembelian kecap ABC bukan hanya secara nasional, namun juga terjadi pada tingkat Kelurahan di kota Bandung. Salah satunya adalah Kelurahan Antapani yang memiliki karakteristik konsumen kecap yang beraneka ragam. Konsumen kecap di Keluarahan Antapani sangat dipengaruhi oleh informasi yang didapat melalui berbagai media.
Pada umumnya ibu-ibu rumah tangga mempunyai peran besar dalam memutuskan kecap yang akan dipilih dalam satu keluarga. Oleh karena itu, untuk mengetahui gambaran konsumen kecap yang ada di Kelurahan Antapani, peneliti melakukan survei pendahuluan yang dilakukan secara langsung melalui 30 ibu-ibu PKK di Kelurahan Antapani secara acak, sehingga diperoleh data sebagai berikut:
Sumber: Survei Pendahuluan terhadap 30 responden, Maret 2006
GAMBAR 1.1
KONSUMEN PEMBELI KECAP DI KELURAHAN ANTAPANI
Konsumen pembeli kecap di Kelurahan Antapani yang ditunjukkan melalui Gambar 1.1 di atas menyatakan bahwa konsumen pembeli atau pengguna kecap ABC hanya 37%, sisanya sebanyak 63% merupakan konsumen pembeli atau pengguna kecap merek lain. Hal tersebut menggambarkan bahwa penurunan penjualan kecap ABC bukan hanya secara nasional namun juga pada tingkat kelurahan di kota Bandung, khususnya Kelurahan Antapani.
Selain penurunan penjualan, dalam peringkat kinerja merek, kecap ABC juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Kinerja merek merupakan salah satu tolok ukur yang menggambarkan ekuitas merek tersebut dibanding dengan merek pesaing. Indikator dari kinerja merek dapat dilihat melalui Brand Value (BV) produk tersebut. Adapun Brand Value (BV) kecap ABC dapat dilihat pada tabel 1.4 berikut:
TABEL 1.4
PERINGKAT KINERJA MEREK
KECAP ABC
Tahun Brand Value
2003 370,9
2004 428,6
2005 216,6
Sumber : Majalah SWA 15/XXI/21 Juli – 3 Agustus 2005
Merek memiliki arti yang sangat penting bagi perusahaan. Merek terkenal dipercaya dapat menghasilkan lebih banyak uang bagi perusahaannya. Merek yang kuat adalah jalan untuk mempertahankan penjualan di atas rata-rata. Brand value (BV) Kecap ABC walaupun sempat mengalami kenaikan dari tahun 2002 hingga tahun 2003 namun menurun drastis dari tahun 2003 hingga tahun 2004. Selain itu dari sisi awareness, kecap ABC menunjukan kecenderungan menurun dari tahun ke tahun. Seperti terlihat dalam Tabel 1.4 berikut ini:
TABEL 1.5
BRAND AWARENESS (top of mind/TOM Ad)
KECAP ABC
Tahun TOM Ad
2002 69, 2 %
2003 63, 2 %
2004 62, 5 %
2005 58, 7 %
Sumber: www.swa.co.id (12 Mei 2006)
Top OF Mind Awareness adalah tingkatan tertinggi dalam piramida brand awareness yang menggambarkan sampai sejauh mana tingkat ingatan konsumen terhadap merek suatu produk. Tabel 1.5 di atas menggambarkan bahwa awareness (Top Of Mind/TOM Ad) kecap ABC terus menurun dari tahun ke tahun. Hal ini sangat berbahaya apabila kecap ABC tidak segera mengantisipasinya. Menanggapi persaingan ketat diantara produsen kecap, diduga PT Heinz ABC Indonesia selaku produsen kecap ABC, menata ulang kegiatan promosinya dalam upaya meningkatkan brand awareness dan penjualan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Kecap ABC dalam promosi adalah advertising. Untuk mengkomunikasikan diferensiasi produk baru dari kecap ABC dibutuhkan promosi berupa advertising di berbagai media. Karena bila kecap ABC melakukan diferensiasi produk baru namun tidak dapat mengkomunikasikan dengan baik kepada konsumen, maka produk baru tersebut akan sulit untuk dijual. Oleh karena itu dibutuhkan promosi berupa advertising untuk membantu memperkenalkan produk baru kecap ABC kepada konsumen. Usaha kecap ABC untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan produknya melalui promosi berupa advertising dapat dilihat dalam Tabel 1.5 berikut ini:
TABEL 1.5
ANGGARAN ADVERTISING PT.HEINZ ABC INDONESIA
Periode Anggaran
Januari-Juni 2004 Rp.40,4 Miliar
Januari-Juni 2005 Rp.13,9 Miliar
Januari-Juni 2006 Rp.20,8 Miliar
Sumber: Nielsen Media Research, 2006
Penurunan anggaran advertising kecap ABC dari Rp.40,4 Milyar pada tahun 2004 menjadi Rp.13,9 Milyar pada tahun 2005 dapat pula dijadikan sebab yang mengakibatkan turunnya brand awareness dan penjualan kecap ABC. Oleh karena itu dari data yang diberikan oleh Nielsen Media Research: selama Januari-Juni 2006, PT.Heinz ABC meningkatkan anggaran untuk advertising menjadi sekitar 20,8 Miliar. Peningkatan anggaran advertising kecap ABC untuk mengkomunikasikan produknya merupakan upaya yang dilakukan kecap ABC untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi kecap ABC khususnya dalam upaya meningkatkan brand awareness dan penjualan produk kecap ABC yang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Bertitik tolak dari uraian-uraian tersebut maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Advertising Terhadap Pembentukan Brand Awareness Serta Dampaknya Pada Keputusan Pembelian Produk Kecap ABC (Survey Pada Ibu-ibu PKK Pengguna Kecap ABC di Kelurahan Antapani Kecamatan Cicadas Kota Bandung)“.
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah
1.2.1 Identifikasi Masalah
Dari latar belakang penelitian di atas, maka penulis mengidentifikasikan permasalahan yang dihadapi oleh PT.Heinz ABC Indonesia adalah rendahnya keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen kecap untuk membeli kecap ABC. Ada beberapa hal yang mempengaruhi keputusan pembelian kecap ABC, salah satunya adalah brand awareness. Turunnya brand awareness kecap ABC, merupakan salah satu penyebab konsumen memutuskan untuk tidak membeli kecap ABC.
Salah satu hal yang membuat brand awareness kecap ABC menjadi turun adalah akibat kurang maksimalnya kecap ABC dalam melakukan kegiatan promosi terutama advertising. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan brand awareness dan mempengaruhi konsumen dalam memutuskan untuk membeli kecap ABC, diduga advertising adalah strategi promosi yang digunakan kecap ABC untuk mengatasi permasalahan tersebut.
1.2.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas maka dapat dirumuskan beberapa pokok permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap advertising kecap ABC.
2. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap brand awareness kecap ABC.
3. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap keputusan pembelian kecap ABC.
4. Seberapa besar pengaruh advertising terhadap pembentukan brand awareness kecap ABC.
5. Seberapa besar pengaruh advertising terhadap brand awareness
kecap ABC.
6. Seberapa besar pengaruh advertising terhadap keputusan pembelian kecap ABC.
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui tanggapan konsumen terhadap advertising kecap ABC.
2. Mengetahui tanggapan konsumen terhadap brand awareness kecap ABC.
3. Mengetahui tanggapan konsumen terhadap keputusan pembelian kecap ABC.
4. Mengetahui seberapa besar pengaruh advertising terhadap pembentukan brand awareness kecap ABC.
5. Mengetahui seberapa besar pengaruh advertising terhadap brand awareness kecap ABC.
6. Mengetahui seberapa besar pengaruh advertising terhadap keputusan pembelian kecap ABC.
1.3.2 Kegunaan Penelitian
1. Kegunaan Ilmiah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas salah satu kajian ilmu pemasaran yakni promosi, khususnya adverising yang meliputi televisi, radio, dan majalah dalam kaitannya dengan brand awareness serta dampaknya terhadap keputusan pembelian produk.
1. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi PT.Heinz ABC Indonesia dalam menggunakan advertising sebagai upaya untuk meningkatkan brand awareness serta keputusan pembelian konsumen dalam membeli kecap ABC.

Advertising plan

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


ADVERTISING PLAN

A. Pengertian
a. Advertising Plan berisi latar belakang histories dan data-data mengenai program periklanan yang sudah pernah dibuat sebelumnya untuk suatu produk b. Advertising Plan merupakan rekomendasi mengenai rencana kampanye periklanan di masa yang akan datang c. Advertising Plan berisi analisa SWOT mengenai suatu produk dan solusi untuk mengatasi problem, sekaligus menangkap peluang yang ada d. Advertising Plan merupakan Action Document yang berisi tidak hanya strategi tapi juga implementasi dari strategi periklanan e. Advertising Plan berisi rekomendasi mengenai jumlah dana yang dibutuhkan dan rincian penggunaannya untuk suatu kampanye periklanan dalam periode tertentu
B. Komponen-komponen Perencanaan Periklanan
Perencanaan Periklanan harus sejalan dengan perencanaan pemasaran (marketing planning) 1. Tujuan Periklanan
-
Harus sejalan dengan tujuan pemasaran atau dengan kata lain tujuan periklanan hanya bisa ditetapkan jika tujuan pemasaran suatu produk telah ditransformasikan ke dalam tujuan promosi
-
Dalam tujuan periklanan harus menjabarkan berapa % tingkat awareness (sadar kenal/tanggapan) yang diharapkan terhadap target audience
-
Dalam tujuan promosi biasanya dinyatakan berapa banyak orang yang diharapkan tahu tentang promosi yang disampaikan dan pada tingkat tanggapan yang bagaimana
-
Selanjutnya ditetapkan berapa banyak yang harus menjadi tanggung jawab periklanan dan berapa banyak dari unsure-unsur promosi lainnya (Personal Selling, Publicity, Sales Promotion)
-
Bila seandainya aktivitas unsure-unsur promosi lainnya dianggap tidak diperlukan dengan sendirinya target audience tersebut harus menjadi tanggung jawab sepenuhnya periklanan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
-

UMB

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


-
Langkah berikutnya adalah menentukan tingkat tanggapan yang bagaimana yang diharapkan sehingga khalayak sasaran bersedia membeli produk yang diiklankan 2. Strategi Periklanan Ada dua syarat utama yang harus dipenuhi a. Siapa khalayak sasaran periklanan b. Bagaimana membuat khalayak sasaran periklanan tsb tahu tentang iklan produk kita sehingga tercapai yang dinyatakan oleh tujuan periklanan. Sebagai alat pencapaian tersebut ialah dengan advertising mix yang terdiri dari unsure media dan unsure kreatif 3. Program Dinyatakan dalam bentuk penjabaran strategi periklanan yang dikaitkan dengan unsure waktu 4. Anggaran Dinyatakan dalam bentuk rincian atas kebutuhan untuk kegiatan-kegiatan periklanan

C. Element of Advertising Plan
a. Executive Summary (Ringkasan Eksekutif) i. Ringkasan yang berisi butir-butir utama yang disampaikan dalam Advertising Plan ii. Fungsinya untuk memberikan gambaran singkat/kerangka rencana yang diusulkan iii. Terdiri dari satu atau dua halaman b. Situation Analysis i. Riwayat Produk ii. Latar Belakang diciptakannya produk iii. Budget periklanan yang sudah dikeluarkan dalam periode tertentu iv. Tema iklan yang sudah pernah atau sedang digunakan v. Pengaruh kondisi sosial, politik dan ekonomi yang berkaitan dengan pemasaran produk vi. Problem yang dihadapi dan peluang yang ada vii. Hal-hal lain yang dapat mempengaruhi program periklanan viii. Data-data pemasaran penunjang yang diperlukan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
-

UMB

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


c. Product Evaluation i. Deskripsi produk dibandingkan dengan kompetitor ii. Pengembangan, modifikasi dan perubahan-perubahan lain yang terjadi pada produk selama dipasarkan iii. Persepsi konsumen terhadap produk iv. Distribusi produk v. Pendapat para distributor atau retailer terhadap ketersediaan dan pemasaran produk vi. Kemasan produk vii. Problem yang dihadapi konsumen terhadap produk tsb d. Consumer Evaluation i. Geografi, demografi, psikografi ii. Pendapat terhadap produk : kualitas, harga, kemasan, iklan dan aktivitas promosi lain, after sales sevice, dsb iii. Pola penggunaan produk e. Competitive Analysis i. Kompetitor langsung ii. Kompetitor tidak langsung Data-data mengenai situation analysis dapat dirangkum dalam bentuk yang lebih sistematis, yaitu dengan analisa SWOT f. Marketing Goal i. Berisi tujuan yang akan dicapai serta strategi pemasaran yang akan dilaksanakan ii. Penjelasan bahwa AP yang dibuat adalah untuk mendukung pencapaian tujuan pemasaran tsb g. Advertising Recommendation i. Target Market Bisa sama dengan yang tercantum dalam consumer evaluation. Atau lebih spesifik, misal rencana program periklanan lebih ditekankan pada pemakai produk kompetitor, pemakai setia atau orang yang belum tahu sama sekali mengenai produk tsb. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
-

UMB

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


ii. Advertising Objective Tujuan periklanan ditetapkan berdasarkan analisa situasi dan tujuan pemasaran yang telah ditetapkan lebih dulu Dibuat dalam kalimat singkat/pendek, jelas dan mudah dipahami h. Positioning Kesan/citra apa yang akan ditanamkan dalam benak konsumen tentang produk tsb i. Creative Strategy Berdasarkan informasi yang telah dijelaskan dalam analisa situasi maka ditentukan pendekatan kreatif i. Tematis : tema yang diangkat menjadi inti pesan iklan produk dalam jangka panjang ii. Taktis : pesan iklan yang dibuat khusus untuk kepentingan jangka pendek dan tetap berkesinambungan dengan tema iklan yang telah ditetapkan iii. Tone and manner : citra atau kepribadian produk yang ingin ditonjolkan melalui pesan iklan j. Media Strategy i. Khalayak sasaran ii. Pemilihan media (Media Selection) iii. Media plan/schedule j. Executions i. Layout dan copy untuk iklan cetak ii. Naskah radio iii. Storyboard untuk iklan televisi iv. Brosur, katalog, desain kemasan, dll (tergantung kebutuhan) k. Budget i. Pengembangan konsep kreatif dan produksi materi kreatif ii. Pemasangan iklan di media yang ditetapkan iii. Aktivitas komunikasi pemasaran lain PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
-

UMB

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


PERENCANAAN KREATIF PERIKLANAN
Sebagaimana setiap perencanaan , dalam perencanaan kreatif kita perlu menetapkan 4 hal pokok, yaitu : 1. Tujuan Kreatif Dinyatakan dalam tingkat tanggapan (respons) yang kita inginkan terjadai pada diri khalayak (audience). 2. Strategi Kreatif Mencakup pemilihan strategi dasar untuk menciptakan iklan dari gagasan isinya (content). Strategi kreatif ini kemudian akan dituangkan ke dalam bentuk rencana kerja kreatif (creative workplan) yang kemudian akan dijadikan dasar untuk pelaksanaan eksekusi kreatif. Creative workplan disusun berdasarkan konsep produk yang telah disiapkan sebelumnya sebagai identifikasi atas produk, konsumen, kondisi pasar dan persaingan. Strategi kreatif dinyatakan dalam jabaran yang menetapkan a. Siapa khalayak sasaran kreatif (creative target audience) b. Bagaimana membuat paduan kreatif (penulisan naskah dan art & visualisasi) yang lebih efektif terhadap khalayak sasaran tersebut Dalam praktek di perusahaan periklanan, kedua jabaran diatas dilakukan dengan menetapkan : Untuk khalayak sasaran : siapa individu, keluarga atau kelompok terkecil lain yang dapat mewakili seluruh khalayak sasaran periklanan suatu produk. Makin kecil kelompok ini, makin baik, karena akan sangat memudahkan penulis naskah (copywriter) artis (art director) untuk menciptakan pesan-pesan iklan yang lebih komunikatif dengan kelompok tersebut Untuk paduan kreatif, akan ditulis secara singkat namun jelas tentang patokan-patokan (definitions) yang akan diterapkan dalam pesan iklan tersebut. Patokan-patokan ini umumnya dijabarkan dalam 6 hal : (i) posisi produk/merk (product/brand positioning) adalah persepsi apa yang kita inginkan timbul pada khalayak setiap kali mereka membutuhkan jenis produk kita ataupun di saat mereka terekspos oleh iklan atau produk tersebut. Paling ideal jika persepsi tersebut sesuatu yang unik, setidaknya berbeda dari pesaingnya. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
-

UMB

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


(ii) manfaat utama konsumen (key consumers benefit) adalah manfaat langsung atau segera yang diperoleh konsumen di saat mereka membeli atau di saat awal penggunaan produk tersebut (iii) Janji (promise) Adalah manfaat lain yang akan diperoleh konsumen secara tidak langsung atau setelah penggunaan dengan teratur atau dalam waktu yang relatif lama (iv) Bukti penunjang (supporting evidence) Adalah penggunaan acuan yang dapat meyakinkan khalayak tentang manfaat utama dan janji yang kita sampaikan. Meyakinkan khalayak ini dapat dilakukan dengan memberikan acuan tentang pengalaman konsumen yang sudah pernah menggunakan produk tersebut, atau dari produk, harga, distribusi dan promosinya ataupun dari perusahaan pembuat produk itu sendiri. Kadang-kadang malahan cukup diacu pada akal sehat para khalayak saja. (v) Citra yang akan dibangun (image) Adalah upaya untuk membentuk persepsi positif khalayak tentang merek, produk atau perusahaan (vi) Pembawaan (tone and manner) Adalah rincian tentang hal-hal teknis lain yang tidak dibahas dalam kelima unsure lainnya. Para praktisi sering memanfaatkannya untuk membahas struktur metode, teknik, karakter, gaya baik yang menyangkut penulisan naskah ataupun yang menyangkut seni dan visualisasi.
Jenis-Jenis Strategi Kreatif :
-
USP (Uniqe Selling Preposition) Pernyataan unik yang menjual, mayor selling idea. Pernyataan unik yang didasarkan pada keunggulan teknis dari produk 3 prinsip pembuatan USP : menyangkut manfaat produk, pernyataan dibuat harus unik/tidak digunakan oleh produk lain, pernyataan dibuat bersifat menjual
-
Brand Image PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
-

UMB

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


Menyangkut pengembangan dan upaya mempertahankan citra dari suatu merk
-
Positioning Strategi positioning dapat memberikan focus dalam pengembangan kampanye periklanan. Strategi ini dapat berisi dan diimplementasikan melalui berbagai cara yang diambil dari atribut, persaingan, dsb.
-
Inherent Drama Pendekatan ini merupakan strategi kreatif yang dilakukan melalui penonjolan sifat-sifat produk secara dramatis .
Tipe-tipe Himbauan Pesan Iklan :
a. Daya tarik Rasional Cenderung memberikan informasi nyata, digunakan untuk menunjukkan suatu kenyamanan bagi konsumen terhadap suatu produk dengan menawarkan keuntungan tertentu Himbauan yang dijadikan daya tarik rasional :
-
Feature appeal Himbauan pesan lebih menonjolkan keistimewaan /cirri-ciri produk dengan kelengkapan produk
-
Competitive advance appeal Menonjolkan kelebihan produk disbanding produk pesaing
-
Favorable appeal Menekankan pada pendektan harga yang menarik, isi pesan yang terfokus pada penawaran harga yang menarik
-
News appeal Didominasi berita yang menginformasikan produk baru atau keberadaan produk di pasar
-
Product popularity Penggunaaan popularitas produk dengan penonjolan seperri banyaknya konsumen yang memakai produk tsb b. Daya tarik Emosional Ditempatkan dalam kreatif iklan seperti rasa humor, iri atau takut yang diolah sedemikian rupa supaya dapat membuat khalayak menerimanya sebagai pertimbangan ketika mengambil keputusan membeli PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
-

UMB

Drs. Endah Muwarni MS

Komunikasi Pemasaran Terpadu


Daya tarik ini digunakan pula untuk mempengaruhi interpreatsi konsumen melalui pengalaman mereka dalam penggunaaan produk. 3. Program Kreatif Dinyatakan dalam bentuk penjabaran strategi kreatif yang dikaitkan dengan unsure waktu Selain itu, program kreatif juga membahas visualisasi nyata dari strategi kreatif yang telah ditetapkan baik dalam bentuk teks naskah iklan atau desainnya. 4. Anggaran Kreatif Dinyatakan dalam bentuk rincian atas kebutuhan dan untuk bahan-bahan periklanan maupun promosi lainnya, baik untuk penyiapan bahan-bahan iklan pada perusahaan periklanan sendiri, seperti desain, artwork, dsb ataupun yang dilakukan pihak keetiga seperti film positif, separasio warna, barang cetakan dsb.