Aneka Spot Iklan TV

Aneka Spot Iklan TV

Setelah tergeletak selama 2 hari karena sakit, iseng2 aku berniat menulis tentang serba-serbi yang berhubungan dengan penyiaran televisi. Tidak menutup kemungkinan bila nanti isengnya timbul lagi, aku akan menulis tentang penyiaran radio, karena toh aku pernah melewatkan 3 tahun masa bahagia bekerja di radio M97FM yang sekarang sudah almarhum. Kali ini aku ingin menuliskan tentang jenis-jenis spot iklan pada televisi.

Dalam setiap program acara televisi pada umumnya, terbagi menjadi beberapa segmen. Pada program acara yang berdurasi 30 menit biasanya dibagi menjadi empat segmen. Sedangkan pada program acara dengan durasi tayang 1 jam akan dibagi menjadi 7 segmen. Tiap-tiap pergantian segmen diselingi oleh Commercial Break. Commercial Break ini terdiri dari beberapa spot iklan. Spot-spot ini dapat dibedakan menjadi beberapa tipe sesuai fungsinya masing-masing.

Spot yang berisikan tentang iklan produk tertentu biasa disebut Commercial. Durasinya beragam sesuai dengan keinginan si pemasang iklan. Dari durasi 10 detik hingga 2 menit. Bahkan ada pula yang memasang hingga 2,5 menit hingga 3 menit. Spot dengan durasi 10 detik biasa pula disebut bumper. Bumper biasa ditayangkan pada awal dan akhir break. Spot Commercial khusus rokok mempunyai perlakuan khusus tersendiri sesuai dengan peraturan pemerintah. Spot jenis ini hanya boleh ditayangkan mulai pukul 21.30 hingga sebelum pukul 05.00 pagi. Oleh sebab itu jangan heran bila setelah pukul 21.30 lewat, commercial break akan semakin lama karena iklan rokok mulai menayangkan iklan-iklannya. Harga spot komersial beragam sesuai dengan jam tayangnya atau karena ditayangkan pada program unggulan. Harga 15 detik spot iklan yang harus dibayarkan untuk prime time bisa mencapai 3-4 kali lipat dibandingkan saat regular time.

Spot yang berisikan tentang program acara yang akan tayang baik secara regular maupun spesial di stasiun yang bersangkutan biasa disebut promo. Contoh spot promo adalah promo sinetron. Biasanya durasinya berkisar 30-60 detik. Promo ini biasa juga dipakai sebagai "pengganjal" bila program yang ditayangkan kurang menarik pihak pemasang iklan. Karena umumnya jumlah iklan dan rating sinetron berbanding lurus, maka bila ada sinetron yang isinya promo melulu, anda bisa menebak bahwa rating sinetron tersebut termasuk rendah.

Pada setiap awal pergantian program, anda akan melihat spot tentang stasiun TV yang sedang anda saksikan. Spot ini disebut Stasion ID. Stasion ID SCTV pernah dihebohkan ketika dikatakan adanya pocong-pocong yang tertangkap kamera ikut menari2. Walaupun sudah dibantah, tak pelak banyak pemirsa menantikan stasion ID ini.

Kadangkala sebelum stasion ID ditayangkan, anda akan disapa oleh pembawa acara yang akan menyilakan anda untuk tetap di stasiun yang sedang anda lihat untuk menyaksikan acara selanjutnya. Spot ini disebut Continuity Announcer. Televisi2 yang menyelenggarakan kontes bakat seperti Indonesian Idol, KDI atau AFI biasa menggunakan para pemenang audisi bakat tadi sebagai announcer pada spot jenis ini.

Selain spot-spot tersebut, masih ada spot lainnya yaitu iklan layanan masyarakat atau Public Service Announcement/PSA. Spot ini biasanya merupakan titipan pemerintah atau kebijaksanaan perusahaan televisi. Contoh PSA adalah Memberantas Deman Berdarah, Info tentang Virus Flu Burung, atau ucapan selamat merayakan Hari Raya.

Sumber:http://aboutarnov.blogspot.com/2006/11/aneka-spot-iklan-tv.html

1 comment: