MEMBANGUN BRAND AWARENESS PONSEL B*STAR B168 SEBAGAI PONSEL DUAL CARD ON GSM + GSM OR GSM + CDMA YANG SIMPLE DAN COMPLETE MELALUI IKLAN CETAK


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal dengan ponsel, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu berkisar tahun 1947 di negara paman sam alias Amerika dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini mendirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlahan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.
Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan telepon mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan frekuensi 2 MHz. Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon selular. Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan didominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan perusahaan Motorola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersilkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Adapula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manager proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York.
Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973, Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Comunication Systems Motorola mempertunjukan cara berkomunika aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ’raksasanya’ sambil berjalan-jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik. Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata-rata ponsel yang beredar sekarang ini.
Menurut kelompok kami, yang terdiri dari Elizabeth,Oktavia,Indah: Cikal bakal perkembangan teknologi ponsel dimulai sejak tahun 1910 yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson pendiri dari perusahaan Ericsson, yang sekarang kita kenal dengan Sony Ericsson. Dahuku kala terdapat ponsel yang seukuran koper, namun sekarang banyak sekali ponsel yang berukuran kecil. Perkembangan ponsel pun juga semakin pesat dari 3G dan yang akan datang adalah 4G. (http://pink-pusy-cute.blog.friendster.com/2008/02/perkembangan-teknologi-ponsel/).
Ponsel Cina tampaknya masih memiliki taji untuk bersaing di pasar Indonesia. Pergulatan pasar juga terjadi pada ponsel merek global. Catatan lain juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan ponsel-ponsel dari berbagai merek turut meramaikan pasar ponsel di Indonesia. Di pasaran anda juga dapat menjumpai banyak pilihan ponsel dari berbagai merek, type dan fitur-fitur andalannya. Ponsel middle dan high menjadi incaran konsumen.
Lewat produk dual on GSM dan CDMA plus TV analog menyempurnakan fitur yang telah ada. Ketika acara televisi, game online dan akses internet bisa dinikmati secara mobile tentu anda tidak akan ketinggalan informasi lagi. Bahkan dipastikan akan selalu terhibur dimana saja berada, serta anda akan semakin mudah melakukan pekerjaan. Apa lagi ditambah sebuah jaringan operator lain dalam satu ponsel ditangan anda, Hingga anda tak kerepotan membawa dua ponsel di tangan anda. Dari latar belakang diatas, maka dalam Tugas Akhir ini penulis mengangkat judul:
MEMBANGUN BRAND AWARENESS PONSEL B*STAR B168 SEBAGAI PONSEL DUAL CARD ON GSM + GSM OR GSM + CDMA YANG SIMPLE DAN COMPLETE MELALUI IKLAN CETAK












1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Maksud dari penulisan Tugas Akhir ini adalah :
1. Memberikan masukan kepada B*Star sebagai ponsel dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA melalui iklan media cetak.
2. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman dalam pembuatan karya iklan cetak.
3. Mengaplikasikan teori yang di dapat penulis selama mengikuti perkuliahan.
1.2.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan Tugas Akhir (TA) ini adalah salah satu syarat kelulusan di Jurusan Advertising (periklanan) Program Diploma Tiga (D.III) pada Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika.
1.3 Metode Perancangan
1.3.1 Metode Pengumpulan Data
a. Metode Wawancara
Menurut Sugiyono (2004:130) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil.
Penulis melakukan wawancara kepada staff marketing B*Star seputar kegiatan promosi dan pemasaran dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Selain wawancara dengan Staff perusahaan, penulis melakukan wawancara dengan para responden untuk mengetahui tingkat kesadaran para responden tentang ponsel China yang banyak beredar akhir – akhir ini.
b. Metode Observasi
Menurut Awangga (2007:134) Observasi atau pengamatan merupakan suatu aktivitas untuk koleksi data, dengan cara mengamati dan mencatat mengenai kondisi-kondisi, proses-proses dan perilaku-perilaku objek penelitian.
Penulis melakukan observasi yang berupa kunjungan ke distributor dan gerai B*Star untuk dapat melihat kondisi ponsel B*Star B168 dan memahami spesifikasi dan fitur – fitur yang terdapat dalam ponsel tersebut.
c. Metode Kuesioner
Menurut Sugiyono (2004:135) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Penulis memberikan selembaran kuesioner kepada responden, ini semua untuk mengetahui kesadaran masyarakat tentang ponsel China merek B*Star B168 dan mengetahui keinginan konsumen tentang benefit yang terdapat dalam ponsel.
d. Metode Dokumentasi
Menurut Awangga (2007:135) Dokumentasi merupakan pembuatan dan penyimpanan bukti-bukti (gambar, tulisan, suara, dll) terhadap segala hal, baik objek atau juga peristiwa yang terjadi.
Penulis mengumpulkan data dengan me Record, memfoto, mencatat, dan mengarsipkan data yang didapat dari klien dan responden.
e. Metode Kepustakaan
Dalam metode kepustakaan, penulis menggunakan alat bantu dintaranya : Buku-buku yang menjadi bahan dalam penulisan Tugas Akhir ini dan Internet untuk membantu dalam mendapatkan data kompetitor.
1.3.2 Analisa Data
a. Analisa Kualitatif
Dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kualitatif. Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

b. Analisa SWOT Produk
SWOT merupakan singkatan dari Strenght ( kekuatan ), Weakness ( kelemahan ), Opportunity ( peluang ), Threat ( ancaman ).
Strenght adalah kekuatan yang dimiliki sebuah perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah suatu kelebihan yang dimiliki perusahaan dalam mengelola kinerja perusahaannya. Antara lain kekuatan dalam mengolah input (SDA, SDM, modal, dan manajemen ) untuk menghasilkan output yang bernilai tinggi serta dapat bersang di dunia bisnis.
Weakness adalah kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini setiap perusahaan harus mampu meminimalkan dampak kelemahan yang mereka miliki terhadap kinerja perusahaan. Mereka juga harus mampu menindaklanjuti kelemahan yang mereka miliki agar dapat menemukan solusi dan strategi yang jitu untuk menembus pasar.
Opportunity adalah peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk-produk yang berkualitas di pasaran. Peluang ini juga digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang mereka hasilkan.
Threat adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar maupun dari dalam. Ancaman yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul akibat suatu perbedaan tujuan dan pandangan antara satu divisi dengan divisi lain atau salah paham antar individu atau kelompok dalam sebuah organisasi perusahaan. Ancaman yang datang dari luar dapat berupa penilaian seputar dimensi makro, faktor-faktor ekonomi ( naik turunnya harga bahan baku, krisis ekonomi ), sosial budaya, pasar, biaya, pesaing, pelanggan, pemerintah, politik dan teknologi. http://www.scribd.com/doc/14659889/Analisis-SWOT

1.4 Ruang Lingkup
Penulisan ini meliputi dari proses perencanaan sampai produksi pembuatan iklan cetak ponsel China merek B*Star B168, prosesnya meliputi :
a. Client Brief
Penulis menerima brief dari klien berupa segala macam informasi yang berkaitan dengan hal yang akan diiklankan.
b. Presentasi awal
Mempresentasikan kepada klien usulan-usulan yang sudah disepakati.
c. Approval
Pernyataan persetujuan dari pihak klien atas karya iklan cetak yang penulis buat.
d. Produksi
Setelah disetujui lalu direalisasikan penulis dalam bentuk karya produksi cetak.
e. Pemilihan Media
Memberikan saran strategi media yang efektif kepada klien.
f. Presentasi Akhir
Laporan hasil karya kepada klien.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori
Periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli dengan segala macam bentuk komunikasi yang dibayar dimana sponsor maupun perusahaan diidentifikasi seperti televisi, radio, koran, majalah, buku, surat langsung, papan reklame, dan kartu transit, internet, komputer, dan mesin faximili. Salah satu keuntungan dari periklanan adalah kemampuannya untuk mengkomunikasikan kepada sejumlah besar orang pada satu waktu. Iklan memiliki keunggulan untuk mampu menjangkau massa misalnya melalui jaringan televisi nasional, tetapi juga mungkin hanya menjangkau target yang sempit dari sejumlah calon pelanggan, seperti iklan televisi melalui jaringan kabel yang ditargetkan atau melalui iklan cetak dalam majalah perdagangan.
Menurut Kasali, (1992:9) “Iklan adalah bagian dari bauran promosi (promotion mix) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara sederhana didefenisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditunjukkan kepada masyarakat lewat suatu media. Namun demikian untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli”.

Menurut C. Northcote Porkinson MK Rustomiji, Walter E. Viera (Marius P Angipora: 1999) "iklan adalah promosi produksi atau pelayanan non individu yang dilakukan oleh sponsor (perusahaan atau perseorangan) tertentu yang bisa diidentifikasi dan yang membayar biaya komunikasi ini". Sedangkan menurut Drs. Basu Swastha (1999) "periklanan adalah komunikasi non individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan perusahan, lembaga, non lembaga, non laba, serta individu-individu".

Menurut Kotler 2003 (Durianto, dkk, 2003:11) Program periklanan harus disusun dengan memperhatikan lima M agar menghasilkan iklan yang efektif, yaitu :
a. Mission (misi) : Apakah tujuan periklanan ?
b. Money (uang) : Berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk belanja iklan ?
c. Message (pesan) : Pesan apa yang harus disampaikan ?
d. Media (media) : Media apa yang paling efektif dan efisien ?
e. Measurement (pengukuran) : Bagaimana mengevaluasi efektifitas iklan ?

Manfaat periklanan yang efektif menurut Durianto, dkk (2005:28) di dalam buku invasi pasar dengan iklan yang efektif dapat disimpulkan sebagai berikut
a. Dapat menciptakan kesadaran pada suatu merek di dalam benak konsumen.
b. Mengembangkan atau mengubah citra personalitas dari sebuah merek.
c. Mengarahkan konsumen untuk membeli produk.
d. mengembangkan persepsi positif calon konsumen yang diharapkan dapat menjadi pembeli potensial.

Uraian pengertian secara teori dari judul karya :
MEMBANGUN BRAND AWARENESS PONSEL B*STAR B168 SEBAGAI PONSEL DUAL CARD ON GSM + GSM OR GSM + CDMA YANG SIMPLE DAN COMPLETE MELALUI IKLAN CETAK
Membangun, menurut Kamus Terbaru Bahasa Indonesia (2008:95) membangun yaitu kegiatan yang mendirikan sesuatu untuk bangkit dan berdiri.
Awareness, menurut Santosa (2002:5) “Awareness adalah kesadaran calon konsumen akan keberadaan sebuah produk di pasar”.
Ponsel, menurut Kamus Bahasa Indonesia Moderen (1999:119) “Ponsel adalah Telepon Seluler yaitu alat komunikasi berbentuk telepon yang tidak menggunakan kabel sebagai penghubungnya, adapun bentuk dan fiturnya berbagai macam dan pilihan”.
GSM, kepanjangan dari Global System for Mobile Communication
Adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam (Hand Phone). Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. http://priyadi.net/archives/2006/03/23/cdma
CDMA, kepanjangan dari Code Division Multiple Access
pengertian dari CDMA sendiri adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan. http://priyadi.net/archives/2006/03/23/cdma
Iklan Cetak, menurut Widyatama (2005:79) iklan cetak yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun teknologi tinggi.
Brand Awareness atau kesadaran merek merupakan kemampuan merek untuk muncul dalam benak konsumen ketika mereka sedang memikirkan produk tertentu dan seberapa mudahnya produk itu dimunculkan. Kesadaran merek merupakan dimensi dasar dalam ekuitas merek. Sebuah merek tidak mempunyai ekuitas sampai konsumen menyadari keberadaan merek tersebut. Merek baru harus mampu memcapai kesadaran merek.


2.2 Perencanaan dan Strategi Kreatif
2.2.1 Konsep Pemasaran dan Analisa Situasi
a. Profil Perkembangan Perusahaan
Ponsel Cina tampaknya masih memiliki taji untuk bersaing di pasar Indonesia. Pergulatan pasar juga terjadi pada ponsel merek global. Catatan lain juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan ponsel – ponsel dari berbagai merek turut meramaikan pasar ponsel di Indonesia. Di pasaran Anda juga dapat menjumpai banyak pilihan ponsel dari berbagai merek, type, dan fitur – fitur andalannya. Ponsel middle dan high menjadi incaran konsumen.
b. Potensi Perusahaan
Lewat produk Dual on GSM + GSM or GSM + CDMA plus TV analog dan fitur – fitur lainya BStar B168 manjajaki peruntungan di pasar ponsel tanah air. Mengingat konsep yang mengkombinasikan dua layanan jaringan operator ini sudah menjadi idola bagi khalayak umum. Selain itu banyak perusahaan ponsel yang berlomba menluncurkan produk ponselnya.
Lewat produk dual on GSM and CDMA plus TV analog menyempurnakan fitur yang telah ada. Ketika acara televisi, game online dan akses internet bias dinikmati secara mobile tentu anda tidak akan ketinggalan informasi lagi. Bahkan dipastikan akan selalu terhibur dimana saja berada, serta Anda akan semakin mudah melakukan pekerjaan. Apa lagi ditambah sebuah jaringan operator lain dalam satu ponsel ditangan Anda, Hingga anda tak kerepotan membawa dua ponsel di tangan anda.
Ponsel merek lokal buatan Cina bertambah satu, B*Star. Pada tahap awal, yang B*Star hanya satu jenis telepon: B168. Tampilan model fisik dan tombol ini sangat mirip dengan Sony Ericsson W890i. Penggunaan logam di hadapan beberapa tutup plus menyebabkan baterai tahan banting tayangan. Yang paling menarik dari B168, dapat berfungsi sebagai ponsel dual on GSM-GSM dan dual on GSM-CDMA. Di bagian belakang tubuh terdapat dua slot kartu. Jika pasangan dua kartu GSM, yang B168 pada ponsel dual GSM-GSM. Bila diselipkan satu kartu GSM dan satu kartu CDMA, dia spontan dwifungsi seperti pada ponsel GSM-CDMA. Tidak perlu mencoba untuk memasukkan dua ponsel CDMA kartu senilai Rp 1.825 juta penjualan yang dijamin tidak akan menjadi pada ponsel CDMA dual-CDMA. Televisi, kamera VGA, layar sentuh 262.144 warna, bluetooth, dan 500 nama buku telepon masuk adalah beberapa fitur lain B168. Juga terdapat fitur daftar hitam, GPRS, MMS, radio FM, pemutar audio video dan perekam suara. Memori internal hanya 761 KB dan dapat diperbesar dengan menggunakan kartu microSD. The motion sensor alias sensor gerakan dapat dioptimalkan bagi pengguna untuk melakukan sesuatu. Ketika pengguna berada dalam rapat dan tiba-tiba B168 berdering karena ada panggilan masuk, misalnya, cukup berpaling telepon. Spontan telepon tetap bungkam.
c. Kondisi Persaingan Produk
Apa yang terjadi dalam industri seluler bisa dibilang telah memberikan bekah yang sangat besar baagi banyak pihak. Keuntungan yang dari bisnis seluler pun berhasil memikat investor untuk terjun ke dalamnya. Sementara bagi pemerintah (regulator) penggerak perekonomian yang mumpuni. Sebagai catatan saja hingga penghujung 2007, dalam hitungan kasar saja pertumbuhan pengguna seluler telah berhasil menembus angka lebih dari 80 juta pengguna.
Belakangan hampir satu setengah tahun berlalu, pengguna ponsel di tanah air semakin menggurita. Tengok saja Indonesia sekarang menjadi pasar terbesar dalam industri seluler di dunia. Menurut data Wireless Intelligent, jumlah pengguna ponsel di tanah air pada Q2 tahun lalu behasil mencapai jumlah 116.114.392.
Jika demikian ponsel BStar B168 mesti pandai mengatur strategi guna memanfaatkan momentum seperti ini. Persaingan di kelas high end saat ini memang cukup berat, apalagi untuk mendongkrak image. Sebagai merek ponsel yang baru merambah pasar lokal Bstar B168 menjajal peruntungan dengan benefit dan harga ponsel yang berani bersaing membetot konsumen middle dan high untuk jadi konsumenya.
2.2.2 Analisa Strategi Pemasaran
a. Produk
Nama Ponsel : B168
Merek : Bstar
Jenis Produk : Telepon Seluler Dual on GSM + GSM or GSM + CDMA
Disain : Mengusung konsep candybar B168, menampilkan sebagai
ponsel mewah dengan balutan warna yang dilapisi kompo
nen logam serta cover yang membukus permukaan terke-
san elegan dan clasik.
Warna Ponsel : warna casing merah tua, hitam dan silver
Fitur Unggulan :
1. Dual on GSM + GSM or GSM + CDMA
2. TV Analog dengan menu Gerak
3. Camera
4. Radio FM dengan Antena Dalam
5. Perekam TV
6. Pemutar dan Perekam Video Mp4
7. Pemutar dan Perekam Audio Mp3
8. Bluetooth A2DP
9. Akselerasi grafitasi
10. Menu Gerak
11. Kalender
12. Stopwatch
13. Alarm
14. E-book
Spesifikasi :
1. Frekwensi : GSM 900/DCS 1800
2. Dimensi : 115 X 51.2 X 16.2 mm
3. Berat : 110 Gr
4. Layar : layar Sentuh, 24 Inch QVGA 262K Colors
5. Baterai : 1200 mAH Lithium ( 2 Baterai )
6. Waktu Siaga : 180 Jam
7. Waktu bicara : 240 Menit
8. Jelajah : WAP
9. Koneksi Data : GPRS / USB / Bluetooth
10. Kamera : Digital Dgn CMOS Semsor
11. Bahasa : Indonesia, English, China
12. Memori Eksternal : Micro SD sampai dengan 2 Gb
b. Harga
Rp. 1.830.000,00; ( Satu Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah )
c. Tempat dan Distribusi
1. Gerai Ponsel B*Star
2. Seluruh toko – toko Ponsel di kota besar
d. Promosi
1. Pelepasan ponsel perdana ke pasaran di salah satu Mal ponsel ternama di Jakarta, ITC Roxy Mas dan turut mengundang beberapa artis Ibu kota dengan acara pembagian hadiah langsung kepada 100 pembeli pertama.
2. Pemasangan iklan melalui media cetak
3. Pemasangan Banner di setiap toko ponsel yang ditunjuk.






2.2.3 Analisa SWOT
Analisa SWOT B*Star B168
1. Strength (Kekuatan) :
a) Dual Card on GSM + GSM or GSM + CDMA
b) Dengan balutan casing warna yang dilapisi logam membuat ponsel BStar B168 tahan benturan dan casing tahan gores
c) Camcorder untuk memutar atau memutar video.
d) TV Analog dengan menu Gerak dan Perekam TV
e) Radio FM dengan Antena Dalam hingga tidak memakai antena eksternal
2. Weakness (Kelemahan) :
a) Balutan logam pada casing membuat ponsel lebih berat dibandingkan ponsel sejenisnya
b) Resolusi warna pada tampilan layar kurang terang
c) Warna casing yang agak redum kurang memikat
3. Opportunity (Peluang) :
a) Dual GSM + GSM or GSM + CDMA
b) Sensor gerak
4. Threat (Ancaman) :
a) Semakin banyak varian – varian baru produk ponsel dari berbagai merek yang lebih cangih fiturnya, lebih murah.


Analisa SWOT MITO 2088
1. Strength (Kekuatan) :
a) Dual card on GSM + CDMAl.
b) Balutan casing Crom nan elegan
c) TV Tuner
d) Camcorder
e) 2 speaker out yang terletak di bagian belakang dekat kamera ini dapat menghasilkan suara yang sangat keras.
f) ponsel ini sebagai piranti musik player
2. Weakness (Kelemahan) :
a) Casing berbahan dasar crom rentan bila terbentur sehingga ponsel mudah rusak
b) Layar LCD kurang terang
c) Hanya mengunggulkan fitur musik.
3. Opportunity (Peluang) :
a) 2 speaker out yang terletak di bagian belakang dekat kamera ini dapat menghasilkan suara yang sangat keras. ponsel ini sebagai piranti musik.
4. Threat (Ancaman) :
a) Banyaknya produk ponsel baru yang berasal dari China




Analisa SWOT SAMSUNG W599
1. Strength (Kekuatan) :
a) Dual Card on GSM + GSM or GSM + CDMA
b) Casing dilapisi warna hitam glossy tampak mewah.
c) touchscreen with handwriting recognition
2. Weakness (Kelemahan) :
a) Tidak ada fitur TV tuner
b) Ukuran ponsel sedikit lebih lebar disbanding kompetitornya
3. Opportunity (Peluang) :
a) Touchscreen with handwriting recognition
4. Threat (Ancaman) :
a) Harga – Harga ponsel China yang lebih murah

Kesimpulan analisis SWOT B*STAR, MITO 2088 dan SAMSUNG W599. B*STAR mencoba menggunakan pendekatan dalam mode on dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA dan juga berbagai jenis fitur yang terbilang complete dalam satu buah ponsel yang simple.

2.2.4 Tujuan Pemasaran
1. Memperkenalkan produk ponsel B*Star B168 kepada khalayak umum.
2. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna ponsel yang ingin memiliki dua operator dalam satu ponsel.
3. Memanjakan konsumen dengan fitur – fitur yang high-teknologi.
4. Menanamkan nama merek di benak konsumen ponsel agar dapat.
5. Menginformasikan melalui mulut ke mulut kepada penguna ponsel yang lain.
2.2.5 Strategi Kreatif
a. Advertising Problem
a) Sebagai produk ponsel baru Bstar B 168 kurang maksimal dalam mengiklankan produknya.
b) Ketidaktahuan bagi calon kunsumen untuk mendapatkan informasi yang benar dan akurat tentang spesifikasi dari ponsel B*Star B168 yang dapat memuat dua jaringan operator yaitu GSM + GSM or GSM + CDMA.
c) Ketatnya persaingan produk ponsel China B*Star dengan ponsel dari merek lain.
b. Advertising Objective
a) Memperkenalkan produk ponsel Bstar B 168 kepada khalayak umum.
b) Memberitahukan kepada konsumen tentang benefit ponsel merek B*Star B168 dengan semua fitur – fitur yang di miliki oleh B*Star B168.
c) Menginformasikan bahwa produk ponse B*Star B168 adalah ponsel dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA.
c. Target Audience
1) Demografi
 Pria dan Wanita
 Usia 20 – 45 tahun
 Status Sosial Ekonomi (A, B)
2) Geografi
 Jakarta
 Bogor
 Tangerang
 Bekasi
 Depok
3) Psikografi
(1) Modern, Penyuka teknologi tinggi
(2) orang yang sibuk dengan dunia telekomunikasi
(3) pengguna dua jaringan operator telepon seluler
4) Profile dan Insight Consumer
Pengguna ponsel B*Star B168 adalah pribadi yang sibuk dan pengguna ponsel yang aktif karna pada ponsel B*Star B168 penguna ponsel akan dimanjakan oleh satu posel yang mampu memuat dua nomor telepon operator yang berlainan. Fitur – fitur yang terdapat pada ponsel B*Star B168 juga akan memudahkan pengguna untuk melakukan kegiatan dan menghibur diri dengan aplikasi yang terdapat di dalam ponsel tersebut.
(a) Nama : Prisca
No. Identitas : 470053519 / 087947
Alamat : Jalan Sosial No. 41
Daan Mogot KM I, Jakarta Barat
Status : Lajang
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 16 Februari 1982
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Pialang Saham
Prisca adalah seorang perempuan yang bekerja di Bursa Efek Jakarta, dia sering berkomunikasi dengan nasabahnya dan dia juga hobi chatting sepeti Facebook, Tagged dan sebagainya. Dia sering menggunakan ponsel disetiap aktifitasnya. Ponsel yang baik menurut Prisca adalah ponsel yang simple digunakan dan complete fitur dan keunggulannya, ponsel yang dapat memuat Dual card on GSM = GSM or GSM + CDMA, ponsel yang mempunyai TV tunner yang mampu merekamnya sekaligus karena Prisca sangat sibuk sekali dalam pekerjaannya.. Menurut Priska ponsel BStar B*168 adalah solusi yang tepat untuk menemani segala aktifitasnya, karena Dual card on GSM +GSM or GSM + CDMA, dan fitur yang lengkap. Prisca mendapatkan informasi pertama kali tentang ponsel BStar B*168 dari iklan surat kabar yang telah dibacanya.





(b) Nama : Arifin Wijaya
No. Identitas : 9215091977 / 089977
Alamat : Jalan Mandala No. 167 Tomang,
Jakarta Barat
Status : Lajang
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 15 September 1977
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Pekerjaan : Pengusaha restoran
Arifin adalah seorang pria pemilik restoran ayam bakar, saat ini sudah ada tiga cabang restoran yang aktif dikelolanya. Dia sangat ketergantungang terhadap ponsel untuk selalu terhubung dengan karyawan restoran dan para pelanggannya. Dia sering menggunakan ponsel disetiap aktifitasnya. Arifin menyukai ponsel Bstar B168 dengan alasan dual card on GSM = GSM or GSM + CDMA sangat membantu segala aktifitas dan pekerjaannya. Arifin memperoleh informasi tentang ponsel Bstar dari toko ponsel langganannya. Setelah mendengar tentang benefit ponsel Bstar Arifin tertarik dan membeli ponsel tersebut, hampir dua bulan Bstar b168 setia dalam genggamannya.
d. Positioning
Menurut Kotler (2005:339) positioning adalah suatu tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati posisi yang khas (diantara para pesaing) di dalam benak para sasarannya.
Menurut Kasali (2007:157) bahwa “Positioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk, merek, perusahaan, individu, atau apa saja dalam alam pikir mereka yang dianggap sabagai sasaran atau konsumennya”. Strategi positioning yang penulis gunakan mengandalkan benefit atau keunggulan dari ponsel B*Star itu sendiri yaitu B*Star B168 memposisikan ponselnya sebagai ponsel midlle and high class yang di dalamnya terdapat dua jaringan operator seluler dual card on GSM+GSM or GSM+CDMA di dalam ponsel Bstar B 168.
e. The Support
Ponsel merek B*Star B168 adalah ponsel yang memiliki dual card on GSM+GSM or GSM+CDMA, sehingga pengguna di untungkan karena tidak harus membeli dua buah ponsel yang berlainan operator hanya untuk memiliki dua buah nomor telepon karena hanya dengan memiliki ponsel B*Star B168 pengguna sudah dapat mempunya dua nomor telepon meskipun berbeda operatornya, dan juga fitur – fitur yang terdapat di dalam ponsel B*Star B168 sangat complete dengan disain simple untuk digunakan
f. Competitor
Competitor 1
1) Jenis Produk : Ponsel dual sim card on GSM or CDMA
2) Nama Merek : MITO 2088
3) Spesifikasi : Ponsel dual sim card on GSM or CDMA dan
sebagai piranti musik player.
4) Tag Line : Dual Card In Musik Player
5) Target Audience : - Remaja hingga Dewasa
- Perkotaan
- Status sosial ekonomi (A, B )
6) Strategi pesan iklan
Penggunaan gambar alat musik pada iklan cetaknya menggoda penyuka musik untuk memilikinya.
Competitor 2
1) Jenis Produk : Ponsel dual sim card on GSM or CDMA
2) Nama Merek : Samsung SCH-W599
3) Spesifikasi : Touchscreen with handwriting recognition
4) Tag line : Touchscreen with handwriting recognition
5) Target Audience : - Dewasa
- Status sosial ekonomi (A, B )
- Perkotaan
6) Strategi pesan iklan
Menggunakan Sentuhan 3D yang membuat ponsel tersebut terlihat mewah dan berkelas.
g. Brand Character
Karakter ponsel B*Star B168 adalah yang pertama simple, simple yang dimaksud adalah bentuk dari tampilan casing, LCD dan keypad yang terdapat pada ponsel B*Star B168 sangat mudah digunakan. Karakter yang kedua adalah complete, dimana semua fitur – fitur tercanggih ada dalam ponsel B*Star B168
h. Big Idea
“Semple Complete”
Ponsel B*Star B168 ini memiliki kualitas yang baik, karena Ponsel B*Star B168 ini memiliki dual card on GSM+GSM or GSM+CDMA, sehingga pengguna ponsel lebih simple membawa ponsel karena dengan satu ponsel dapat mengaktifkan dua jaringan operator sekaligus. Ponsel B*Star B168 juga memiliki fitur berteknologi tinggi hingga mampu memanjakan pengguna dengan copletenya fitur yang ada.
i. Tone and Manner Communication
Gaya bahasa yang digunakan dalam penyampaian pesan iklan adalah dalam bahasa Inggris supaya terkesan high tekhnology. Jenis daya tarik pesan iklan adalah rasional dan emosional. Karena image ponsel dan krakternya yang di close-up untuk menginformasikan dual card di dalam satu ponsel.
j. Mandatories
(a) Ponsel B*Star B168
(b) Dua orang talent pria dan wanita







2.3 Standar Visual dan Spesifikasi Perancangan Iklan
2.3.1 Advertising Message
Memperkenalkan merek B*Star produk ponsel dengan Dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA B168 kepada khalayak
2.3.2 Strategi Visual Iklan
a. Konsep Visual Iklan
Seorang model yang mempunyai dua karakter yang berbeda dalam dirinya. Tampak senang dengan dual card GSM and CDMA.
b. Lay out
Lay out yang penulis gunakan adalah
“Picture Window”
c. Headline
Headline adalah kata atau kalimat utama yang tipografinya atau pilihan fontnya mampu membuat audience tertarik.
Headline yang penulis gunakan adalah “B*STAR B168”
Karena produk ini merek baru iklan juga sedikit harus menonjolkan nama merek dan typenya. Dengan harapan merek dapat menerpa sasaran iklan
d. Sub Headline
GSM dan CDMA gana mempertegaskan keunggulan ponsel.
Sub headline ini untuk mempertegas isi dari headline
e. Tagline
“SIMPLE COMPLETE”.
kenapa simple complete, ini karena fokus iklan adalah untuk untuk memperkenalkan produk ponsel baru B*Star B168 sebagai ponsel dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA.
2.3.3 Spesifikasi Perancangan
a. Daya Tarik Pesan dan Gaya Penyampaian
Versi : Dual Phone
Dual Phone menggunakan daya tarik kombinasi antara rasional dan emosional. Rasionalnya terletak pada headline yang memaparkan merek dan type ponsel supaya merek dapat menerpa khalayak. Emosionalnya terletak pada visualisasi seorang model yang ada dalam ponsel dan bayangan ponsel menggambarkan 2 fungsi dalam 1 ponsel yaitu dual sim card yang berbeda operator menyempurnakan kebutuhan konsumen dalam satu bentuk.
Versi : Mobile Phone
Versi Mobile Phone, menggunakan daya tarik kombinasi antara rasional dan emosional. Rasionalnya terletak pada headline yang memaparkan merek dan type ponsel supaya merek dapat menerpa khalayak. Emosionalnya terletak pada visualisasi yaitu kemudi kendaraan dan background mobil yang melalui proses editing dengan maksud menggambarkan ponsel B*Star adalah ponsel yang fleksibel dengan 2 fungsi yang berbeda, dan dual sim card yang juga berbeda operator menyempurnakan kebutuhan konsumen dalam satu bentuk.

b. Teknik Ilustrasi
Versi : Dual Phone
Teknik ilustrasinya menggunakan software adobe photoshop, dengan efek pada background render, lighting effects dan pada ponsel ke dua di drag pada layer.
Versi : Mobile Phone
Teknik ilustrasinya menggunakan software adobe photoshop, dengan efek pada background render, lighting effects dan pada mobil di drag pada layer.
c. Warna
Versi : Dual Phone
Versi ini menampilkan warna dari foto yang telah melalui proses pengeditan. Selain itu, di tambahkan warna–warna nuansa cinta menggambarkan belahan jiwa antara kartu GSM dan CDMA dengan ide Simple Complete. Dengan warna merah muda dan ungu. Merah muda dalam respon psikologi adalah: Cinta, kasih sayang, kelembutan, feminim. Ungu/Jingga dalam respon psikologi adalah: Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan. Warna merah muda tersebut adalah percampuran dari beberapa warna yang terdiri atas warna dasar dengan komposisi sebagai berikut.
Merah Muda
R : 255 C : 9 %
G : 153 M : 44 %
B : 247 Y : 0 %
# : ff99f7 K : 0 %

Ungu
R : 197 C : 23 %
G : 121 M : 61 %
B : 193 Y : 0 %
# : c579c1 K : 0 %

Versi : Mobile Phone
Versi ini menampilkan warna dari foto yang telah melalui proses pengeditan. Selain itu, di tambahkan warna–warna nuansa cinta menngenalkan Bstar sebagai belahan jiwa antara kartu GSM dan CDMA dengan ide Simple Complete. Dengan warna merah muda. Merah muda dalam respon psikologi adalah : Cinta, kasih sayang, kelembutan, feminim. Warna merah muda tersebut adalah percampuran dari beberapa warna yang terdiri atas warna dasar dengan komposisi sebagai berikut.

Merah Muda
R : 255 C : 9 %
G : 153 M : 44 %
B : 247 Y : 0 %
# : ff99f7 K : 0 %

d. Tipografi
Versi : Dual Ponsel
Comcsrb : 72pt, B*Star
Balcout : 60pt, Simple Complete
Angelost : 72pt, B168
Versi : Mobile Phone
Ampoule Haef : 36pt, B*Star B168, Simple Complete.
e. Ukuran
Versi : Dual Phone
Iklan Cetak, size : 20 cm x 25 cm
Versi : Mobile Phone
Iklan Cetak, size : 20 cm x 25 cm

2.3.4 Justifikasi Strategi Kreatif Iklan
Iklan Strategis Digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan dengan mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Perhatian utama dalam jangka panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsa pikiran dan pangsa pasar. Iklan ini mengundang konsumen untuk menikmati hubungan dengan merek serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna ponsel.
Dengan menggunakan pendekatan single massage dan fokus pada headline yaitu nama merek B*Star B168 untuk mambenamkan nama merek ponsel B*Star di benak khalayak.
2.4 Konsep Media
2.4.1 Tinjauan Media
Durianto, dkk (2003:15) Penetapan media periklanan berkaitan erat dengan strategi dan perencanaan media. Strategi dan perencanaan media dijalankan setelah mengindentifikasi pasar sasaran, serta menentukan sasaran sebelumnya yang akhirnya menentukan startegi yang tepat untuk pencapaiannya.

Kasali (1992:23) membedakan dua pengertian media diantaranya yaitu :
1) Media lini atas (above-the-line media)
Media lini atas (above-the-line media) terdiri dari iklan-iklan yang dimuat dalam media cetak (surat kabar, majalah), media elektronik (radio, tv, dan bioskop), serta media luar ruang (papan reklame dan angkutan)
2) Media lini bawah (below-the-line media).
Media lini bawah (above-the-line media) terdiri dari seluruh media selain media di atas, seperti direct mail, pameran, point of sale display material, kalender, agenda, gantungan kunci, atau tanda mata.

Shimp (2004:4) Kategori dan sasaran media dipilih dengan tujuan membangun ekuitas jangka panjang suatu merek. Memilih media dan sarana, dalam berbagai kaitan, merupakan yang paling sulit dari semua keputusan komunikasi pemasaran karena banyaknya keputusan yang harus dibuat.
Dalam karya tugas akhir ini penulis menggunakan media lini atas (above-the-line media) yaitu pada surat kabar dan tabloid .
2.4.2 Startegi Eksekusi Media
Tujuan dan kinerja media yang diharapkan adalah Surat kabar dan Tabloid.
Surat kabar adalah media yang menjangkau konsumen terspesialisasi. Setiap surat kabar umumnya mempunyai pembaca yang lebih banyak daripada majalah.
1. Surat kabar
Kasali (1993:107) dalam buku Manajemen Periklanan kekuatan dan kelemahan surat kabar diantaranya yaitu :

a. Kekuatan
1) Market Coverage.
Surat kabar dapat menjangkau daerah-daerah pekotaan sesuai dengan cakupan pasarnya (nasional, regional, atau local).
2) Comparison Shopping (catalog value).
Keunggulan kedua menyangkut kebiasaan konsumen membawa surat kabar sebagai referensi untuk memiliki barang sewaktu berbelanja. Informasi sekelebat yang diberikan oleh radio atau televisi, dimuat secara tertulis pada surat kabar yang dapat dibawa ke mana-mana.
3) Positive Consumer Attitudes
Konsumen umunnya memandang surat kabar memuat hal-hal aktual yang perlu segera diketahui khalayak pembacanya.
4) Flexibility.
Pengiklan dapat bebas memilih pasar mana (dalam cakupan geografis) yang akan diprioritaskan. Dengan demikian ia dapat memilih media mana yang cocok. Kecuali pada surat kabar nasional yang biasanya harus dilakukan pesanan enam bulan sebelumnya, Koran-koran lokal umumnya sangat fleksibel dalam memuat iklan, baik pemintaan mendadak yang berkaitan dengan ukuran, frekuensi pemuatan, maupun penggunaan warna (spot colour atau full colour).

b. Kelemahan
1) Short life span
Sekalipun jangkauannya bersifat masal, surat kabar dibaca orang dalam tempo yang singkat sekali, umumnya tidak lebih dari lima belas menit, dan mereka hanya membaca sekali saja. Surat kabar juga cepat basi, hanya berusia 24 jam.

2) Clutter
Isi yang dipaksakan dihalaman surat kabar yang tidak punya manajemen redaksi dan tata letak yang baik bisa mengacaukan mata dan daya serap pembaca. Orang akan membaca dengan pikiran kusut. Informasi berlebihan yang dimuat oleh redaksi dan pemasang iklan dapat melemahkan pengaruh sebuah iklan.
3) Limited coverage of certain groups
Sekalipun surat kabar memiliki sirkulasi yang luas, beberapa kelompok pasar tertentu tetap tidak dapat dilayani dengan baik. Sebagai contoh, surat kabar tidak dapat menjangkau pembaca yang berusia dibawah 20 tahun. Demikian juga pembaca dengan bahasa berbeda. Dan umumnya surat kabar adalah bacaan bagi pria.
4) Products that don’t fit
Beberapa produk tidak dapat diiklankan dengan baik disurat kabar. Terutama produk yang tidak ditujukan untuk umum, atau yang menuntut peragaan untuk merebut tingkat emosi pembaca yang tinggi akan sulit masuk surat kabar. Demikian pula produk tertentu yang dapat dianggap melanggar kesusilaan, misalnya iklan BH. Surat kabar kompas pun telah memutuskan untuk sama sekali tidak memuat iklan rokok dan minuman keras secara sukarela.

Shimp (2004:8) menjelaskan tentang reach (jangkauan), Frequency (frekuensi). reach (Jangkauan) adalah Persentase audience sasaran yang diekspos sekurang-kurangnya satu kali dengan pesan pemasang iklan selama jangka waktu tertentu (biasanya empat minggu). Frequency (frekuensi) adalah jumlah waktu secara rata-rata, dalam periode empat minggu di mana para anggota audience sasaran diekspos kepada sarana media (melihat, membaca, atau mendengar) yang termasuk dalam jadwal media tertentu.
Durianto, dkk Dalam buku Invansi Pasar Dengan Iklan Yang Efektif, (2003:42) Impact atau dampak. Impact media berbeda-beda, tergantung jangkauan (coverage) yang dimiliki media tersebut. Surat kabar memiliki impact yang berbeda-beda, seperti surat kabar Kompas impact-nya pasti lebih luas dibanding surat kabar Suara Pembaruan. Hal tersebut disebabkan jangkauan surat kabar Kompas adalah nasional.

2. Tabloid

Seperti umumnya tabloid yang pernah kita lihat atau baca, sebagian besar setidaknya mempunyai karakteristik seperti ini: format kecil, dengan ukuran populer 597 X 375 mm (namun umumnya tabloid di Indonesia mempunyai ukuran yang lebih kecil dari ini), mempunyai empat kolom atau lebih; berisi bacaan yang ringan; kaya akan ilustrasi serta layout yang menarik; dan bertujuan untuk memberikan informasi
Kekuatan :
1) Berita sensasional yang kredibilitasnya masih dipertanyakan juga turut menjadi “senjata andalan” tabloid dalam meraih pembeli.
2) Dalam level mikro, tabloidtisasi dapat dipandang sebagai fenomena media yang melibatkan adanya perubahan format surat kabar tradisional atau media lainnya, yang dipicu oleh keinginan pembaca serta tuntutan pengiklan
3) Sedangkan dalam level makro, tabloidisasi dapat dipandang sebagai fenomena sosial yang menghasut sekaligus menyimbolkan perubahan konstitusi dari masyarakat
Kelemahan :
1) Kondisi ekonomi masyarakat yang pas-pasan sedangkan harga tabloid cenderung lebih mahal dari surat kabar.
2) Tabloid terkadang hanya fokus pada konsep dan target audiencenya saja.
Seleksi Media Lini Atas
Media lini atas yang di gunakan adalah sebagai berikut :
1) Surat Kabar
a) Kompas
Alasan penempatan :
(1) Target audiens Kompas mencakup target audiens B*Star produk ponsel dengan Dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA B168 secara rasional.
(2) Sirkulasi dan ratting Kompas yang tinggi, banyak dibaca oleh para karyawan dengan strata ekonomi menengah keatas dan menengah yang sangat potensial untuk memakai produk ponsel dengan Dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA B168
b) Media Indonesia
(1) Target audiens Media Indonesia mencakup target audiens B*Star produk ponsel dengan Dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA B168, karena TA yang berfikir secara rasional.
(2) Media Indonesia merupakan koran pilihan lain selain Kompas yang cukup tinggi pembacanya.
(3) Koran Media Indonesia kurang lebih pembacanya sama seperti koran Kompas.

2) Tabloid
a) New’s Ponsel
Alasan penempatan :
(1) Target audiens New’s Ponsel mencakup komunitas pengguna ponse yang tak lain adalah target audiens B*Star produk ponsel dengan Dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA B168 secara rasional.
(2) Sirkulasi dan ratting New’s Ponsel yang tinggi, banyak dibaca oleh pencari informasi tentang ponsel yang strata ekonomi menengah keatas dan menengah yang sangat potensial untuk memakai produk ponsel dengan Dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA B168
b) Pulsa
(1) Target audiens Pulsa mencakup target ponsel dengan Dual card on GSM + GSM or GSM + CDMA B168 secara rasional.
(2) Pulsa merupakan tabloid pilihan lain selain New’s Ponsel yang cukup tinggi pembacanya.
(3) Tabloid Pulsa kurang lebih pembacanya sama seperti tabloid New’s Ponsel.
2.5 Eksekusi Perancangan
2.5.1 Pertimbangan Pemilihan Karya
Berdasarkan pemilihan dan pertimbangan dari pihak klien yang diwakili oleh Bapak. Yongky, SE memutuskan memilih karya Versi : Dual Phone dan Versi : Mobile Phone atas pertimbangan desain lebih menarik dan pesan emosional dalam mengexplor model dan ponsel menggambarkan fungsi dan karakter ponsel.














2.5.2 Karya Iklan
a. Versi : Dual Phone
b. Versi : Mobile Phone

2.6 Time Table dan Anggaran Produksi
2.6.1 Time Table
Tabel. II.1. Time Table
No Tahap Jenis Kegiatan MEI
1 2 3 4 5
1 Bertemu Klien
2 Internal Brief
3 Braindstorming dan Brief
4 Naskah
5 Pra Internal Review
6 Produksi Proposal
7 Presentasi ke Klien
8 Revisi
9 Presentasi (persetujuan produksi)
10 Mencari talent
11 Menyiapkan perlengkapan
12 Bimbingan

No Tahap Jenis Kegiatan Juni
1 2 3 4
1 Pengambilan gambar foto
2 Membuat sketsa gambar
3 Produksi Membuat gambar dengan Photoshop
4 Cuci cetak / Scaning
5 Bimbingan

No Tahap Jenis Kegiatan Juni Juli
3 4 5 1 2 3 4 5
1 Transfer gambar ke komputer
2 Memilih gambar
3 Warna
4 Pemilihan huruf
5 Pasca Lay out
6 Produksi Penyelesaian awal
7 Penyelesaian akhir
8 Presentasi ke Klien (approval)
9 Penyusunan Laporan
10 Bimbingan
2.6.2 Anggaran Produksi
Tabel. II.2. Anggaran Produksi
NO PRA PRODUKSI UNIT Rp. TOTAL KETERANGAN
1 Kertas Kuarto 1 Rim Rp 30,500 Rp 30,500 untuk bimbingan
2 Gunakan Internet 5 Rp 4,000 Rp 20,000 mencari key fact

NO PRODUKSI UNIT Rp. TOTAL KETERANGAN
1 Sewa Kamera 1 Rp 100,000 Rp 100,000 untuk foto talent
2 Cetak Karya 4 Rp 8,000 Rp 32,000 hasil karya

NO PASCA PRODUKSI UNIT Rp. TOTAL KETERANGAN
1 Cetak Proposal 80 Rp 1,000 Rp 80,000 hasil proposal

TOTAL Rp 262,500

2.7 Kendala dan Pemecahannya
2.7.1 Kendala yang dihadapi selama mengerjakan karya
Kendala yang di hadapi adalah :
(1) Keterbatasan waktu antara menyusun Tugas Akhir dengan belajar di kelas.
(2) Buku-buku referensi yang terbatas.
(3) Dalam pembuatan karya memerlukan waktu dalam menemukan ide, sehingga memakan waktu yang lama.
2.7.2 Cara yang dilakukan untuk menyelesaikan kendala
Dan pemecahan masalah tersebut adalah :
(1) Penulis membagi waktu antara penyusunan Tugas Akhir dan pada saat masa pembelajaran dikelas dengan cara membuat penjadwalan.
(2) Dalam mencari buku-buku referensi penulis mencari dan meminjam buku-buku referensi pada teman-teman yang memiliki buku tersebut dan meminjam buku pada perpustakaan.
(3) Dalam menemukan ide penulis mencoba berkomunikasi dengan teman-teman untuk mencari fenomena yang sedang berkembang

















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
B*Star B168 adalah ponsel produksi cina yang memberikan fasilitas dual on sim card, yang fitur-fitur yang ada didalam ponsel B*star. B*Star B168 ponsel yang baru diluncurkan sehingga kesadaran merek dari para konsumen belum melekat dibenak khalayak, oleh karena itu penulis memcoba dalam Tugas Akhir ini untuk membangun brand awareness dari para konsumen melalui iklan cetak.
3.2 Saran-saran
Iklan adalah bagian dari penjualan yang memerlukan daya tarik agar proses penjualan berhasil. Oleh sebab itu, kematangan dalam rencana dan proses periklanan sangat penting. Saran dari penulis untuk BStar adalah sebagai berikut :
1. Untuk meningkatkan Profit perusahaan diperlukan service yang memuaskan kepada konsumen yang bukan sekedar janji dalam iklan.
2. Tempatkan konsumen pada posisi yang istimewa agar merasa di hargai, misalnya dengan menyapa konsumen dengan rasa hormat.
Membangun brand awareness (kesadaran merek) adalah hal yang sangat penting bagi sebuah produk yang baru membangun produk tersebut, jadi periklanan yang efektif sangat dibutuhkan untuk membangun brand awareness (kesadaran merek), seperti strategi penempatan media yang penulis cantumkan.


DAFTAR PUSTAKA
Awangga, N. Saputra. 2007. Desain Proposal Penelitian. Yogyakarta : Pyramid Publisher
Durianto, dkk. 2003. Invansi Pasar Dengan Iklan Yang Efektif. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Kasali, Rhenald. 1993. Manajemen Periklanan. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.
Kotler, Philip. 2005. Menejemen Pemasaran. Alih bahasa. Edisi 11. Jakarta : Indeks
Madjadikara, Agus S. 2004. Bagaimana Biro Iklan Memproduksi Iklan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Shimp, Terence. A. 2004. Periklanan & Promosi. Jakarta : Erlangga.
Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Suyanto, M. 2007. Marketing Strategi Top Brand Indonesia. Yogyakarta : C.V ANDI OFFSET.
Widyatama, Rendra. 2005. Pengantar Periklanan. Jakarta : Buana Pustaka Indonesia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kualitatif.
http://pink-pusy-cute.blog.friendster.com/2008/02/perkembangan-teknologi-ponsel/)
http://www.scribd.com/doc/14659889/Analisis-SWOT
http://priyadi.net/archives/2006/03/23/cdma



LAMPIRAN A













































LAMPIRAN B










Foto Talent






















Karya yang tidak disetujui Klien
Versi : Ponsel MIX I





















Versi : Ponsel MIX II


Sketsa
Versi : 2 Ponsel





















Versi : Mobile Phone






















Nama : Jenis Kelamin :
1. Di kelompok mana usia Anda ?
a. < dari 10 tahun d. 31 – 40 tahun b. 10 – 20 tahun e. > dari 40 tahun
c. 21 – 30 tahun
2. Di kelompok mana tingkat pendidikan Anda ?
a. SD d. Akademi
b. SMP e. Universitas
c. SMU / SMK
3. Apa jenis pekerjaan Anda ?
a. Pelajar
b. Mahasiswa
c. Karyawan
Kuesioner
4. Apakah Anda menggunakan Ponsel ?
a. Ya b. Tidak
5. Ponsel merek apa yang anda gunakan saat ini?
a. Sony Ericsson d. B*Star B168
b. Nokia e. Lainnya ...........................................
c. Samsung
6. Apa yang membuat anda mau membeli Ponsel merek tersebut ?
a. Harganya d. Lainnya .............................................
b. Fitur-fiturnya
c. Ikut trand
7. Berapa harga yang Anda bersedia keluarkan untuk membeli Ponsel ?
a. > dari Rp. 2.000.000,- d. Rp. 500.000
b. Rp. 1.500.000 e. Rp. < dari Rp. 400.000 c. Rp. 1.000.000 8. Merek Ponsel apa yang paling anda ingat ? a. Sony Ericsoon d. B*Star B168 b. Nokia e. Lainnya ............................................. c. Samsung 9. Apakah Anda mengenal dan pernah mendengar Ponsel merek B*Star B168 ? a. Sangat kenal d. Tidak kenal b. Kenal e. Sangat tidak kenal c. Biasa saja 10. Dari mana Anda mengenal dan pernah mendengar Ponsel Merek B*Star B168 ? a. Surat Kabar d. Spanduk b. Internet e. Lainnya ............................................ c. Brosur 11. Apa pendapat Anda tentang Ponsel Merek B*Star B168 ? a. Sangat Bagus d. Tidak Bagus b. Bagus e. Sangat tidak Bagus c. Biasa Saja 12. Bagaimana menurut Anda mengenai harga Ponsel Merek B*Star B168 ? a. Sangat Mahal d. Murah b. Mahal e. Sangat Murah c. Biasa Saja 13. Bagaimana menurut anda fiture-fiture yang ditawarkan Ponsel Merek B*Star B168 ? a. Sangat Baik d. Tidak Baik b. Baik e. Sangat tidak Baik c. Biasa Saja 14. Berapa budget yang Anda keluarkan untuk membeli Ponsel Merek B*Star B168 ? a. > dari Rp. 2.000.000,- d. Rp. 500.000,-
b. Rp. 1.500.000,- e. Rp. < dari Rp. 400.000,-
c. Rp. 1.000.000,-
15. Apakah perbedaan Ponsel Merek B*Star B168 dengan Ponsel Merek yang lain ?
a. Harganya c. Lainnya .............................................
b. Fitur-fiturnya
16. Hal apa yang membuat Anda mau menggunakan Ponsel Merek B*Star B168 ?
a. Harganya c. Lainnya .............................................
b. Fitur-fiturnya

Responden

(- - - - - - - - - - - - -)


Nama :
Usia :
Jenis Kelamin :

1. Apakah saat ini anda berkerja ? a. Ya b. Tidak______________________
2. Diperusahaan apa anda bekerja, dan menempati posisi apa ? _________________
3. Apakah anda pengguna ponsel yang melihat dari manfaat yang ada di dalam ponsel ? a. Ya b. Tidak_______
4. Ponsel seperti apa yang anda harapkan dan inginkan saat ini ?________________
5. Ponsel seperti apa yang baik menurutut anda ? ____________________________
6. Ponsel merek apa yang paling anda ingat ? ______________________________
7. Media apa yang anda gunakan untuk mendapatkan informasi jika ingin membeli ponsel ? __________________________________________________________



Responden


(- - - - - - - - - - - - - - - -)








Lembar Kerja Talent









Nama : Gita Wijaya
Nama Panggilan : Gita
Umur : 20
Alamat : Jl Sosial No.41
Telp/HP : 021-9560 9560
Hoby : Membaca
Pengalaman iklan : Iklan Brosur Sekolah

Talent


( _________________ )
Foto Insight Consumer

Prisca, 28 Tahun










Arifin, 32 tahun










Gerai B*STAR

2 comments:

  1. saya lihat anda memakai buku invasi pasar dengan iklan yang efektif karangan Durianto.Kalo boleh saya akan membeli buku tersebut karena sangat butuh untuk penelitian skripsi saya.makasih
    email : mufti.ferdiansyah@yahoo.co.id

    ReplyDelete